Kasus Pencurian Data Militer Indonesia di Korsel - Cyber Espionage

Kasus Pencurian Data Militer Indonesia Di Korea Selatan

A.      Kronologi Kasus

Kasus ini terjadi saat utusan khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang pada waktu itu dipimpin oleh Menteri Perekonomian Hatta Rajasa berkunjung ke Korea Selatan. Kunjungan selama 3 hari tersebut, yaitu tanggal 15-17 Februari 2011 mengenai antara lain, guna melakukan pembicaraan kerja sama jangka pendek dan jangka panjang di bidang pertahanan. Delegasi Indonesia beranggota 50 orang berkunjung ke Seoul untuk membicarakan kerja sama ekonomi, termasuk kemungkinan pembelian jet tempur latih supersonik T-50 Golden Eagle buat Korea Selatan dan sistem persenjataan lain seperti pesawat latih jet supersonik, tank tempur utama K2 Black Panther dan rudal portabel permukaan ke udara.

Ini disebabkan karena Korsel dalam persaingan sengit dengan Yak-130, jet latih milik Rusia. Namun anggota DPR-RI Komisi 1 yang membidangi Pertahanan menyatakan, “berdasarkan informasi dari Kementrian Pertahanan, data yang diduga dicuri merupakan rencana kerja sama pembuatan 50 unit pesawat tempur di PT Dirgantara Indonesia (DI)”, Senin (21/2/2011). Pihak PT DI membenarkan bahwa sedang ada kerja sama dengan pihak Korsel dalam pembuatan pesawat tempur KFX (Korea Fighter Experiment).

Modus dari kejahatan tersebut adalah mencuri data atau data theft, yaitu kegiatan memperoleh data komputer secara tidak sah, baik digunakan sendiri ataupun untuk diberikan kepada orang lain. Berikut ini adalah detail kronologi dari kasus di atas

Rabu 16 Februari

09:27, dua pria dan satu perempuan membobol kunci kamar salah satu anggota delegasi Indonesia di Hotel Lotte. Kamar itu bernomor 1961, dengan tarif 350 dolar AS per malam. Seorang pengawal Indonesia memergoki ketiganya sedang berdiri di dalam kamar. Ketika ketahuan, ketiganya langsung kabur, sambil mengambil salah satu dari dua laptop milik anggota delegasi di kamar itu.

11:15, Laptop diambil dan ditemukan polisi

15:20, Delegasi Indonesia meminta polisi Korsel mengembalikan laptop tersebut karena takut ada informasi rahasia yang tercecer.

18:00, Polisi mengantarkan laptop yang dicuri itu kembali ke hotel. Polisi mengatakan mereka tidak tahu apakah pencuri itu sudah meretas data yang ada di dalam laptop. Namun polisi melihat mereka membawa USB Flashdisk.

Manajemen Hotel Lotte mengatakan hotelnya tidak menyediakan aparat keamanan ekstra. Untuk menjaga kamar hotel delegasi Indonesia. Mereka menganggap Indonesia sudah membawa pengawalnya sendiri.

B.       Penjelasan Dari Pimpinan Delegasi Indonesia

Penjelasan disampaikan langsung oleh pimpinan delegasi pemerintah sewaktu insiden itu terjadi, berikut penjelasan dari Menteri Perekonomian Hatta Rajasa.

Pada hari ini saya sebagai Menko Perekonomian dan sebagai ketua delegasi yang berkunjung ke Korea Selatan bersama-sama dengan sejumlah menteri, di antaranya menteri pertahanan dan menteri perindustrian pada hari ini ingin memberikan penjelasan sekaligus klarifikasi atas mencuatnya berita-beriat yang simpang siur mengenai adanya dugaan pencurian data yang disebut-sebut menyangkut berita rahasia militer.

Oleh karena itu agar tidak menimbulkan distorsi, maka kami akan berikan penjelasan atau klaririkasi.

Pertama, kunjungan ke Korea Selatan adalah kunjungan utusan Presiden dan delegasi RI tanggal 15-17 Februari dengan tiga agenda besar, yaitu bertemu Presiden Lee Myung Bak dan menyampaikan surat bapak Presiden. Di situ kita jelaskan rencana Indonesia untuk melakukan percepatan pembangunan Indonesia. Presiden Lee memberikan penjelasan yang positif dan melakukan untuk pembangunan itu.

Kedua, agendanya adalah melaksanakan rapat bilateral. Menteri-menteri dan menteri Korea Selatan di bidang perekonomian topiknya adalah kerjasasama di bidang perekonomian, yang menyangkut kerjasama Indonesia di bidang ekonomi, di situ disampaikan komitmen on the pipe line saja mencapai 12 miliar dolar AS dan pembicaraan one on one investasi akan mencapai 20 miliar dolar AS.

Ketiga, kunjungan ke objek-objek vital seperti pelabuhan di Busan, transportasi kereta api cepat dan sebagainya.

Sekarang kita masuk ke intinya, jadi kunjungan tersebut dalam rangka kunjungan ekonomi. Tidak ada sama sekali laporan kehilangan, sampai muncul berita kemarin dari detik.com, ada laptop yang dicuri terkait dengan rahasia militer. Menhan telah berikan bantahan secara resmi, dan komunikasi saya dengan dubes RI di Korsel, menjelaskan sebagai berikut.

Yang terjadi adalah, ada seorang staf Kementerian Perindustrian Eselon 3, yang bernama, Rojih Al Mansur memergoki di kamarnya orang yang masuk ke kamarnya. Dan merasa lapotpnya diambil, lalu lapor ke petugas hotel. Petugas hotel melakukan klrafikiasi, dilihat dari cctv dan sebagainya, dijelaskan bahwa orang tersebut harus ambil laptop ke lantai 2061, tapi masuk ke kamar 1961.

Setelah itu saudara Rozi menandatangani bahwa urusan sudah selesai dan laptop juga sudah diserahkan. Kalaupun ada pengambilan-pengambilan data, tidak ada yang rahasia. Dan itu data Menperin, kalaupun ada pencurian, tidak ada bukti isinya dicuri atau di-copy. Dengan demikian, dugaan rahasia militer tidak ada sama sekali.

C.      Tanggapan Dari Pihak Korea Selatan

Badan intelijen Korea Selatan menyangkal laporan media setempat pada Senin yang menyebut agennya membobol kamar hotel delegasi kepresidenan Indonesia pekan lalu guna mencuri informasi sensitif pembelian persenjataan.

Mengutip pejabat tinggi dengan identitas dirahasiakan, surat kabar Chosun Ilbo melaporkan bahwa sekelompok trio menyusup ke kamar Hotel Lotte di tengah Seoul. Kawanan tersebut, yang disinyalir anggota Badan Intelijen Nasional, melarikan diri setelah seorang anggota delegasi melihat mereka mencuri mengkopi data komputer ke media penyimpan flashdisk.

Sumber :

https://news.detik.com/berita/d-1574864/data-yang-dicuri-di-seoul-berisi-rencana-pembuatan-pesawat-tempur

https://nasional.okezone.com/read/2011/02/21/337/427169/penjelasan-resmi-soal-pencurian-data-di-korsel

https://nasional.republika.co.id/berita/breaking-news/nasional/11/02/21/165189-ini-dia-kronologi-pencurian-data-rahasia-indonesia

https://www.republika.co.id/berita/koran/breaking-news/nasional/11/02/21/165172-pencurian-data-militer-indonesia-pejabat-indonesia-tuding-intel-korsel

Komentar

Postingan Populer